Pemerintah telah menurunkan tarif sewa jaringan hari ini, Selasa (8/4/2008). Penurunan ini diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan akses internet, khususnya internet domestik.
“Meskipun diturunkan, tarif sewa jaringan di Indonesia masih berada di atas India. Hal ini dikarenakan India menggunakan tingkat WACC (Weighted Average Cost of Capital) yang lebih rendah. Bahkan India membangun jaringannya dengan membangun kabel fiber optik di darat sehingga biaya investasinya lebih rendah. Berbeda dengan Indonesia yang menggunakan kabel laut SKKL (Inmarine fiber optic vable),” tulis Kepala Bagian Umum dan Humas Gatot S Dewabroto, seperti dalam keterangan resminya di situs resmi Postel.
Dalam siaran pers tersebut diungkapkan bahwa dengan adanya pemberian persetujuan terhadap jenis layanan dan besaran tarif sewa jaringan milik PT Telkom maka terjadi penurunan besaran tarif sewa jaringan dari besaran tarif eksisting.
Sewa jaringan adalah penyediaan jaringan transmisi teresterial unmanaged untuk komunikasi elektronik yang menghubungkan 2 titik terminasi antar point of presence (POP) secara permanen untuk digunakan secara eksklusif dengan kapasitas kanal transmisi yang simetris.
Penurunan besaran tarif sewa jaringan dimaksud diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan akses internet khususnya internet domestik mengingat tarif akses internet pun juga menjadi turun. Dan penurunan besaran tarif sewa jaringan dapat meningkatkan penggunaan bandwidth oleh penyelenggara jasa internet